Wisata Cirebon Jalan di Tempat, Pemda Akui Tak Punya Anggaran

jml-wisata-kaspeuhan-(1)
Pengunjung berkeliling di area belakang Keraton Kasepuhan. Sepanjang libur lebaran, tercatat kenaikan wisatawan lokal hingga 100 persen.FOTO:JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

BARU SAMPAI KERATON DAN KAWASAN BATIK

Terpisah, Budayawan Cirebon Mustakim Asteja mengatakan sebenarnya hiburan rakyat di Cirebon jumlahnya cukup banyak. Hanya saja ditampilkan pada saat saat tertentu saja. Seperti pada saat hari jadi, atau event-event tertentu. Di beberapa daerah juga memiliki pertunjukan budaya sendiri.

Namun lebih daripada itu, menurut Pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula itu, pemerintah harus bisa melakukan sinergi dengan para pelaku pariwisata, budayawan, seniman, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Terlebih Cirebon memiliki banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan sebagai objek pariwisata. Namun sayangnya, meski memiliki program pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, tetapi menurutnya, permerintah belum sampai ke arah sana.

“Sayangnya di kita belum ada DMO (Destination Management Organizations). Sehingga kalau ada sesuatu yang viral, ya sudah. Dampaknya sedikit sekali ke masyarakat dan daerah,” kata budayawan yang juga pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cirebon itu.

Menurutnya, dengan adanya DMO, semakin terpadu dan meningkatkan daya saing pariwisata. Selain juga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar yang berada di lokasi wisata. Selama ini, destinasi yang sudah dikembangkan untuk turis baru berkisar pada keraton dan sentra batik Trusmi. Padahal kalau bisa menahan wisatawan lebih lama, itu akan sangat menguntungkan untuk masyarakat dan juga daerah.

“Kalau misalnya bisa menahan turis lebih dari 4 hari, itu sangat menguntungkan sekali. Misalnya setelah keliling ke keraton, terus lanjut ke kota tua Pecinan. Setelah itu ke sentra batik, lalu lanjut ke Gegesik untuk melihat pagelaran budaya, misalnya.  Itu dampaknya sudah sangat baik untuk masyarakat. Setiap destinasi harus dioptimalkan,” pungkasnya. (dri/ade/den/gus/awr)

Halaman: 1 2 3