WNI di Hongkong Diminta Jauhi Lokasi Demonstrasi

DEMONSTRAN-HONGKONG
DITUTUP: Ribuan demonstran prodemokrasi menduduki Bandara Internasional Hongkong, Senin (12/8). Foto: AP

JAKARTA – Konsulat Jenderal RI di Hongkong mengimbau, seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Bandara Internasional Hongkong agar tetap tenang dan menjauh dari lokasi demonstrasi, Senin (12/8).

Imbauan itu dikeluarkan KJRI menyusul demonstrasi terbaru yang terjadi di sejumlah lokasi di Bandara Internasional Hongkong, termasuk terminal kedatangan, hingga membuat seluruh penerbangan dari dan menuju wilayah itu dibatalkan hari ini.

“Kepada seluruh WNI yang sedang berada di dalam bandara disarankan untuk tetap tenang dan menunggu sampai moda transportasi berjalan kembali, mengantre dengan tertib untuk mendapatkan transportasi ke kota, dan tidak ikut bergabung atau dekat-dekat dengan pengunjuk rasa,” bunyi pernyataan KJRI Hongkong melalui akun Facebooknya, Senin (12/8).

Seluruh penerbangan di salah satu bandara paling sibuk di Asia tersebut dibatalkan sejak Senin (12/8) siang, akibatnya otoritas menutup bandara pada sore hari sekitar pukul 17.45 waktu setempat.

“Kepada seluruh WNI yang sedang berada di dalam bandara disarankan untuk tetap tenang dan menunggu sampai moda transportasi berjalan kembali, mengantre dengan tertib untuk mendapatkan transportasi ke kota, dan tidak ikut bergabung atau dekat-dekat dengan pengunjuk rasa,” bunyi pernyataan KJRI Hongkong melalui akun Facebooknya.

KJRI mengonfirmasi, bahwa otoritas bandara Hongkong “telah membatalkan penerbangan ke luar Hongkong untuk jadwal penerbangan sore hingga malam ini.”

Selain penerbangan, KJRI memaparkan demonstrasi yang terjadi di bandara juga membuat sejumlah moda transportasi dari dan menuju bandara terganggu. Sebagian penumpang pesawat bahkan terpaksa berjalan kaki untuk menuju bandara.

Dalam pernyataannya, KJRI juga mengimbau WNI yang telah memiliki rencana pergi atau keluar dari Hongkong dalam beberapa hari ke depan untuk mengecek kembali jadwal penerbangan.

“Segera mencari alternatif tempat tinggal atau akomodasi sementara di Hongkong sampai mendapatkan kepastian jadwal penerbangan berikutnya. Terus memonitor perkembangan status jadwal penerbangan melalui jalur resmi antara lain website resmi Bandara Internasional Hongkong (https://www.hongkongairport.com/en/) dan website resmi maskapai penerbangan masing-masing.”

Pelaksana Konsul Jenderal RI di Hongkong, Mandala Purba, menuturkan hingga kini belum ada laporan mengenai jumlah WNI yang terjebak di bandara.

Meski begitu, Mandala menuturkan pihaknya telah membuka hotline bagi para WNI yang merasa membutuhkan bantuan akibat terdampak pembatalan penerbangan.

“Belum ada laporan (terkait WNI yang terjebak di bandara), kita terus siaga. Ada tiga nomor telepon yang bisa dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan kami,” kata Mandala. (der/fin)