Wow, Pemuda 27 Tahun di Indramayu Menikahi Wanita 72 Tahun

Tak Main-main, Serius Cari Pendamping Hidup

Kadisem alias Disek bersama suaminya Tabroni yang masih berusia 27 tahun. Keduanya ditemui Radar di Kaplongan, Minggu (23/6). FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
Kadisem alias Disek bersama suaminya Tabroni yang masih berusia 27 tahun. Keduanya ditemui Radar di Kaplongan, Minggu (23/6).FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Tabroni sedang viral di media sosial (medsos). Pemuda 27 tahun asal Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, itu menikahi wanita berusia 72 tahun, Kadisem alias Disek, warga Desa Kaplongan Kecamatan Kedokanbunder.

Siapapun akan terkejut mendengar kabar pernikahan Tabroni. Pasalnya, wanita yang dinikahinya lebih pantas menjadi neneknya. Namun, Tabroni secara terus-terang mangakui ikhlas menikahi Disek karena ingin memiliki teman hidup.

Kabar pernikahan pasangan beda usia ini sepertinya lebih viral di medos daripada di Desa Kaplongan sendiri. Saat Radar Indramayu mencoba mencari kediaman Disek, Minggu (23/6), bahkan banyak yang tidak tahu kalau telah terjadi pernikahan tersebut. Setelah ditelusuri, akhirnya rumah Disek berhasil ditemukan. Dia tinggal di Blok Manggarai, di sebuah rumah sempit sekitar 3×5 meter. Di gang sempit.

Tetangga korban saat ditanya membenarkan kabar pernikahan Disek dengan Tabroni. “Menikah sekitar seminggu yang lalu di rumah ini. Banyak tetangga yang hadir terutama anak-anak muda, yang penasaran ingin melihat langsung,” ujar Solek (50), tetangga Disek yang juga masih saudara.

Solek mengungkapkan, anak-anak Disek sebenarnya menginginkan agar pernikahan dilakukan secara diam-diam. Yaitu dengan mendatangi rumah lebe. Tapi Disek justru ingin pernikahan dilakukan di rumahnya, dan mengundang beberapa tetangga. Akibatnya justru warga ramai-ramai berdatangan.

Sementara itu, saat Radar Indramayu sampai di kediaman Disek, wanita ini langsung menyambut gembira. Mungkin kami dikira tamu yang mau kondangan– walaupun pada akhirnya tak tega juga untuk tidak memberinya amplop ketika mau pulang–. Saat ditanya soal pernikahannya, Disek pun langsung tersenyum lebar. “Suami saya masih bekerja di tempat penjualan galon. Nanti saya panggil dulu ya,” kata Disek, saat ditanya keberadaan suami barunya.

Cukup lama juga Radar Indramayu menunggu kedatangan Disek yang tengah menyusul suaminya. Hingga akhirnya bertepatan dengan kumandang azan maghrib, Disek datang bersama suaminya, Tabroni. Dengan wajah lelah seusai bekerja mengantar galon ke konsumen, Tabroni menyalami kami dan duduk bersama.

Ia hanya tersenyum saat diberi tahu kalau pernikahannya sudah viral di media sosial seperti Facebook (FB) dan Instagram (IG). Ketika kami minta mereka foto berdua, ternyata tak keberatan. Juga ketika kami mengatakan kalau fotonya akan masuk di koran, Tabroni pun tidak menolak dan mempersilakan.

Tabroni pun menceritakan bagaimana ia mengenal Disek. Ternyata ia sudah sekitar dua tahun bekerja di salah satu penyalur air mineral galon di Kaplongan. Pekerjaannya mengantar galon ke rumah para pelanggan, baik ke toko-toko maupun rumah. Dari situlah, ia mengenal Disek hingga akhirnya terjalin asmara. Soal pernikahannya dengan Disek, ia mengaku serius dan tidak main-main. “Saya tidak main-main. Saya ingin mencari pendamping hidup,” ungkapnya, sambil menghisap rokok di tangannya.

Masa lalu Tabroni ternyata memang kurang bahagia. Ia tinggal di Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, hanya bersama seorang adik perempuannya. Sejak umur 15 tahun Tabroni sudah tidak memiliki orang tua. Ia pun terpaksa drop out (putus sekolah) saat masih dekolah di SMP.

Drop out dari SMP, Tabroni mengaku sering ikut bekerja serabutan, bekerja apa saja. Ia mengaku tidak ingin seperti anak-anak lain yang tidak bekerja dan hanya bermain saja. Apalagi sampai terlibat pergaulan yang tidak jelas. Di saat usia menjelang kepala tiga, Tabroni akhirnya menemukan tambatan hati. Dan, wanita itu adalah Disek.

Ia mengaku sudah bosan hidup sendirian. Terlalu lama ditinggal orang tua, membuatnya haus kasih sayang. Mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa ia memilih istri yang jauh lebih tua. Yang pasti kalau sudah jodoh, takkan ke mana. (oet)