Zul Calon Kuat Jadi Ketua DPRD Kuningan

ILUSTRASI-Gedung DPRD Kuningan

KUNINGAN-Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua DPRD Kuningan pengganti Rana Suparman SSos. Nama Nuzul atau yang lebih akrab dipanggil Zul, sudah tidak asing lagi di mata para politisi dan masyarakat Kabupaten Kuningan.

Zul berangkat ke gedung dewan mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) II Kuningan yang meliputi Kecamatan Kramatmulya, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Cilimus, Mandirancan, Pancalang dan Pasawahan.

Zul yang merupakan mantan wartawan tersebut, saat ini tengah menjabat Ketua Fraksi Restorasi PDI Perjuangan DPRD Kuningan. Ia dikenal pula sebagai anggota dewan yang cukup vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Untuk periode 2019-2024, Zul kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kuningan yang keempat kalinya sejak Pemilu tahun 2004 lalu. Artinya, hingga tahun 2024 nanti Zul menjabat anggota DPRD Kuningan selama 20 tahun bersama 2 rekannya sesama anggota dewan dari PDIP, yakni Rana Suparman SSos dan Apang Sujaman SPd.

Terpilihnya kembali Zul sebagai anggota dewan, merupakan bukti dirinya terus dipercaya sebagian masyarakat Dapil II untuk duduk di parlemen daerah. Kepiawaiannya dalam mengelola politik, menjadi warna tersendiri sehingga dirinya kini dipercaya oleh Ketua DPC PDIP H Acep Purnama SH MH.

Terhadap perjalanan politiknya itu, pada periode nanti, Zul diprediksi sebagai calon kuat Ketuaa DPRD Kuningan. Kini namanya sedang digodok dan dipertimbangkan oleh DPP PDIP bersama dua kader PDIP lainnya, Rana Suparman dan Tresnadi. Dari ketiganya, DPP akan mengeluarkan satu nama yang dianggap paling layak menduduki jabatan Ketua DPRD Kuningan.

Menanggapi hal itu, pengamat politik muda Kuningan Irham Maulana, berpandangan wajar jika Zul banyak disebut berbagai pihak sebagai calon kuat Ketua DPRD Kuningan Periode 2019-2024. Sebagai Sekretaris DPC PDIP, Zul dianggap pula punya kedekatan tersendiri dengan Acep Purnama, meskipun dalam penentuan struktur kepengurusan inti, ketua, sekretaris dan bendahara ditentukan oleh DPP.

“Sepertinya Pak Nuzul Rachdy yang akan dipercaya DPP PDIP untuk menjadi Ketua DPRD Kuningan. DPP juga pasti tidak langsung menentukan siapa yang direkomendasi, tapi pasti akan mempertimbangkan hal lain berdasarkan juga pertimbangan Ketua DPCnya,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, ia enggan memprediksi lebih jauh terkait nama Zul yang disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua DPRD Kuningan. Hanya saja bagi siapapun yang nantinya direkomendasi untuk menjadi pimpinan DPRD Kuningan, ia berharap agar DPRD menjadi lembaga yang benar-benar bisa mengontrol kebaijakan-kebijakan eksekutif, sehingga keberlangsungan pembangunan Kabupaten Kuningan akan lebih terarah.

“Bagi saya sebagai masyarakat biasa, sebenarnya tidak penting siapa yang nantinya menjadi Ketua DPRD Kuningan. Karena yang terpeting adalah siapapun yang nanti menjabat Ketua Dewan, dia harus bisa membawa gerbongnya untuk mengontrol kebijakan-kebijakan eksekutif. Karena tugas DPRD itu kan kontroling, disamping sebagai budgeting dan legislasi, kalau saya tidak salah menyebut,” ujarnya. (muh)